Showing posts with label sungai Jakarta bersih. Show all posts
Showing posts with label sungai Jakarta bersih. Show all posts

Friday, March 10, 2017

Terima Kasih Pasukan Oranye : Kebersihan Sungai di Jakarta Mendunia

Foto Cengkareng Drain pake HP di pagi hari
Sungai di Jakarta sudah dikenal di seantero DKI dan sekitarnya (dulu) sebagai sungai yang jorok, warna hitam pekat dan baunya minta ampun. Mengharapkan sungai bebas sampah dan bau rasanya seperti mimpi. Pemandangan sampah sudah biasa baik di sungai dan di tepinya apalagi pada saat banjir. Saking kotornya sungai di Jakarta juga akhirnya mendapat pengakuan dunia. Dalam salah satu artikelnya, these are the dirtiest and cleanest river in the world, globalcitizen.org memasukan sungai di Jakarta sebagai sungai yang terkotor dan menjadi ‘karpet sampah’.  Walaupun salah dalam pengutipan nama sungai, seharusnya Ciliwung tapi yang disebut sungai Citarum tapi kutipannya merujuk kepada laporan  The Jakarta Environmental Management Agency bahwa tidak ada sungai yang bersih di Jakarta. Itu dulu.
Kini, media dunia kini mulai mengakui kebersihan sungai di Jakarta. Kantor berita AFP memuat berita dengan foto anak-anak bermain dan menangkap ikan di sungai Ciliwung. Pemandangan yang tidak mungkin akan terjadi di beberapa tahun yang lalu di sungai terpanjang di Jakarta ini. Sungai di Jakarta disebutnya sudah, “Terpolusi berat dan sampah menyengat yang menyelimuti permukaan sungai”.  Kini Sungai Jakarta seakan menyihir para warga dan fotografer yang melihat perbedaan yang sangat signifikan. Straits Times juga turut mengutip pemberitaan AFP dan mencantumkan dalam salah satu artikel di website-nya. Channelnewsasia juga memuat berita tentang bersihnya Kali Ciliwung sehingga ada dua sejoli yang mengadakan pernikahan di atas sungai ini.
Selain pengakuan dari media di atas, dari BBC dan Aljazeera pun ikut menyoroti serta  mengakui kebersihan sungai dan waduk di Jakarta. “Beberapa kali saya diwawancarai media internasional Pak, seperti BBC London, Al Jazeera. Mereka mengapresiasi perubahan waduk dan sungai di Jakarta,” kata Isnawa Adjie Kepala Dinas lingkungan hidup DKI Jakarta. Pengakuannya itu  disampaikannya pada Januari lalu (kompas.com). Kerja keras dari Pak Ahok, Kepala Dinas dan pasukan oranye kini membuahkan hasil yang nyata.
Bangga? Jelas, sebagai warga DKI bangga dan turut senang melihat sungai yang dulu menjadi obyek olok-olokan warga dan dunia mulai berubah. Sungai dan kali serta tepi sungai kini bersih dan bebas sampah. Penghuni sungai tadinya hanya benda mati kini mulai dihuni ikan-ikan. Sungai dan kali kini bisa menjadi obyek foto dan menjadi pemandangan yang menyejukkan di tengah kondisi kota Jakarta yang panas dan dikepung macet. Melihat sungai dan penataan di pinggir sungai yang rapi dan dipenuhi bunga dan tanaman yang asri membuat mata dan hati jadi berasa sejuk dan segar. Capek, emosi dan kesal di sore hari saat pulang kerja langsung berkurang karena bisa cuci mata melihat pemandangan yang enak dilihat.
Kondisi sungai saat di Jakarta saat ini mulai bersih dan Pak Ahok menargetkan beberapa sungai mau dibuat menjadi bening. Ada sungai yang mulai bening sehingga sudah dimanfaatkan sebagai arena berenang oleh warga sekitar yakni di aliran anak Sungai Ciliwung, di belakang Gedung Lindeteves Trade Centre (LTC) Glodok, Jakarta Barat.. Teman saya bercanda serta berharap suatu saat saking beningnya ikan-ikan bisa terlihat dari permukaan air. Tapi jangan sampai terlalu jernih, ntar banyak bidadari turun dari surga untuk numpang mandi dan nantinya para pasukan oranye dan pasukan biru hilang konsentrasi dalam melakukan tugasnya, he he he.
Proses pembersihan sungai di Jakarta yang pasti bukan karena sihir atau mendatangkan konsultan dari luar negeri. Awalnya dari reaksi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mulai risih melihat banyaknya sampah, saluran air tersumbat, dan jalanan rusak di DKI Jakarta, padahal sudah ada puluhan ribu pekerja di lapangan. Beliau langsung menggagas pembentukan dan perekrutan Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) yang dikenal dengan sebutan Pasukan Oranye tahun 2015.  Seperti dikutip dari kompas.com, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta, Ii Kurnia mengatakan, PPSU merupakan satuan yang dimasukan dalam program Jakarta Smart City.

Sungai dan jalan sama-sama bersih, kinclong ðŸ™‚
Pasukan Oranye usianya masih belia, baru dua tahun tapi hasil kerjanya sudah terbukti. Banyak pengakuan atas hasil kerja pasukan oranye. Misalnya, kendati Jakarta diguyur berhari-hari, banjir dan genangan cepat surut. Kehadiran pasukan oranye juga sangat membantu masyarakat karena responnya sangat cepat. Kehadiran pasukan oranye di setiap kelurahan dan kecamatan membuat respon dan penanganan terhadap di lapangan langsung diatasi.
Pasukan oranye bekerja 6 hari dalam sepekan. Penempatan pasukan oranye dilakukan per kelurahan. Jumlahnya 40-70 orang per tiap kelurahan. Mereka kemudian dibagi menjadi tujuh kelompok. Seorang anggota pasukan oranye asal Kelurahan Jatinegara di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kristian (26), menjelaskan jam kerja mereka dibagi atas dua shift, yakni shift pagi pukul 07.00-15.00 dan shift sore pukul 15.00-23.00. Menurut Kristian, pasukan oranye bekerja 6 hari dalam sepekan. Khusus akhir pekan, sebagian bekerja pada hari Sabtu, sedangkan sebagian lagi pada hari Minggu. Setiap bulannya, ada satu kelompok yang bertugas untuk shift  malam. (Kompas.com).
Apa saja tanggung jawab pasukan oranye? Ada tiga tugas Pasukan Oranye. Pertama, menangani prasarana dan sarana jalan dengan memperbaiki jalan berlubang serta trotoar rusak. Kedua, mengurusi prasarana dan sarana saluran seperti memperbaiki saluran air serta melaporkan pembangunan gedung yang mengganggu saluran air. Dan terakhir, mengurusi taman serta pohon di jalan.
Kita harus angkat topi dengan Pak Ahok yang mengeksekusi gagasannya menjadi pasukan oranye yang bekerja keras siang malam untuk menata sungai dan jalan sehingga Jakarta makin asri dan bersih. Sebagai warga mari kita juga dukung kebersihan kota kita bdengan membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan. Kita apresiasi setiap kebijakan termasuk langkah konkret pasukan oranye ini. Jangan lupa foto atau videokan hasil karya mereka melalui sungai dan kali serta jalan yang bersih, mereka juga akan bangga kerja keras mereka telah dihargai. Berikut foto pribadi sungai Kapuk saya ambil hari Kamis pagi sebelum berangkat kerja, ingat hari Rabunya sempat banjir.
source: https://seword.com/sosbud/terima-kasih-pasukan-oranye-kebersihan-sungai-di-jakarta-mendunia/

Google Saja Lebih Tahu, Kali di Jakarta Bersih karena Ahok Bukan Foke

Image result for logo google
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengira rekan-rekannya berbohong ketika mereka bercerita bahwa saat hendak mencari di laman Google dengan kata kunci "Sungai di Jakarta bersih karena Foke", hasil yang keluar adalah "Did you mean sungai bersih karena Ahok".

"Google aja lebih tahu (kalau) kali di Jakarta bersih itu (karena) Ahok bukan Foke. Katanya," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/10/2016), saat menirukan komentar rekan-rekannya.
Ahok mengaku tidak membayar Google untuk menghasilkan hal tersebut. Selain itu, dia juga tidak memasang iklan di Google.
"Enggaklah. Gila, duit dari mana?" kata Ahok.
Sebelumnya, Ahok menyindir pernyataan bakal calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Anies menyebutkan bahwa proyek pembersihan sungai-sungai di Jakarta diinisiasi pada masa pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo atau Foke. Namun, proyek tersebut baru bisa dieksekusi pada masa pemerintahan Ahok.
"Proyek pembersihan dan pengerukan sungai dimulai sejak zaman Gubernur DKI Fauzi Bowo, diresmikan di zaman Gubernur DKI Joko Widodo, dan dilaksanakan dengan baik di zaman Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, demikian juga diharapkan oleh pemimpin-pemimpin berikutnya," ujar Anies melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (1/10/2016) lalu.
Proyek pembersihan sungai di Jakarta, menurut Anies, direalisasikan melalui Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) pada 2008 dengan negosiasi pinjaman dari Bank Dunia. Namun, proyek tersebut tidak bisa dilaksanakan karena terganjal dua peraturan pemerintah tentang pinjaman.
Proyek pembersihan sungai baru bisa dimulai pada Maret 2012 setelah pemerintah pusat menerbitkan dua peraturan pemerintah baru terkait pinjaman Bank Dunia. Kemudian, proyek JEDI dimulai oleh Gubernur DKI Joko Widodo pada tahun 2013. Proyek JEDI kemudian dilanjutkan oleh Ahok.
Pinjaman itu sempat ingin dibatalkan karena Ahok menganggap target yang ditawarkan Bank Dunia terlalu lama. Namun, setelah negosiasi ulang, Bank Dunia menyatakan bahwa target dapat disesuaikan.

source: http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/03/18474961/.google.saja.lebih.tahu.kali.di.jakarta.bersih.karena.ahok.bukan.foke.